Keindahan dan Keanehan The Trial
Judul : The Trial
Penulis : Franz Kafka
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan : I, Agustus 2016
ISBN : 978-602-03-2895-9
Bukan sesuatu hal yang biasa dengan gaya kepenulisan novel The Trial yang ditulis Franz Kafka ini. Dengan gaya kepenulisan yang berbeda pada umumnya, Franz menyajikan gambaran sebuah peristiwa dengan corak yang aneh. Pada umumnya, penulis dalam menyajian sebuah cerita biasanya menuliskan kejadian peristiwa dengan disertai penyelesaian dan alasannya, namun tidak demikian bagi Franz. Ia menggambarkan adanya sebuah konflik tanpa adanya sebuah solusi yang membuat pembaca bisa menafsirkan atau mencari makna yang lain dengan sendirinya, tanpa campur tangan dari sang penulis.
Seperti dalam novel The Trial, Franz menceritakan bagaimana kisah dari Joseph K, atau biasa disebut K, mengalami kejadian aneh dalam sebuah pengadilan. Dalam ceritanya, sang penulis langsung menjerumuskan cerita pada bagian konflik, yakni Joseph K yang digugat tanpa adanya kesalahan yang jelas sehingga pada pengenalan tokoh tidak dijelaskan secara langsung oleh sang penulis. Dengan demikian, tidak dipungkiri bahwa pembaca bisa saja akan semakin penasaran atau malah sebaliknya, tambah bingung dengan maksud dalam cerita.
Saya sebagai pembaca tentu merasakan kedua hal tersebut. Penasaran dan bingung saat membaca awal cerita pada novel tersebut. Saya bingung karena penasaran apa yang dimaksud Franz dengan menuliskan novel yang begitu aneh dari yang lainnya. Tanpa ada pengenalan tokoh yang jelas dan peristiwa yang disajikan tidak masuk akal membuat saya bingung atas jawaban dan amanah yang diberikan oleh Franz.
Pada awalnya, Franz menceritakan sosok K yang tiba-tiba ditangkap tanpa ada alasan yang jelas. Anehnya, setelah tokoh utama tersebut ditangkap tidak diamankan didalam penjara, melainkan ia dipantau setiap sepuluh jam sehari oleh pihak penegak hukum. Tentunya, ia masih bisa beraktivitas seperti biasanya.
Padahal dalam bagian itu, Franz menuliskan secara rinci dan masuk akal. Seperti contoh: setelah K menghadap ke inspektur penegak hukum di kamar Fräulein Bürstner, tokoh utama tersebut mencari Fräulein untuk meminta maaf karena menggunakan kamarnya untuk proses penangkapan, serta tidak lupa mengungkapkan kekesalannya. Dari kejadian ini, Franz menuliskan secara terperinci mulai mengenai sisi biologis manusia, seperti: kegelisahan dan tindakan manusia melalui penggambaran tingkah laku K. Terlihat masuk akal karena adanya alasan tokoh utama melakukan demikian.
Namun, pada alur cerita berbeda dari saat Franz menjelaskan sisi biologis manusia. Sang penulis hanya menceritakan sebuah peristiwa tanpa adanya kausalitas yang jelas. Hematnya, apabila penulis hanya menceritakan adanya sesuatu hal namun tidak secara mendalam menjelaskan cerita tersebut membuat pembaca tidak paham. Merasa masih ada yang kurang dalam bagian tertentu dan membuat pembaca bingung untuk melangkah untuk membaca bagian selanjutnya.
Akan tetapi, disinilah letak keindahan dari tulisan Franz. Setelah membaca novel tersebut saya mengerti bahwa sang penulis hanya menjelaskan berdasarkan presepsinya saja tidak melebar kepada sesuatu yang mengarah pada ajakan kepada pembaca. Seperti saat penulis menyajikan cerita K yang mengikuti sebuah peradilan dan mengalami baik buruknya, mulai dari tempat peradilan yang berada di apartemen kumuh, suasana yang menyesakaan, petugas yang baik hati, hingga buruknya perilaku hakim dibelakang peradilan.
Franz hanya mendeskripsikan sesuatu hal berdasarkan presepsinya saja. Namun tidak mengajak pembaca untuk mengikuti apa yang Franz kehendaki sehingga pembaca bebas untuk menafsirkan tulisannya. Seperti halnya menjelaskan rumah. Franz tidak menjelaskan fungsi dari rumah dan siapa yang akan menghuni rumah tersebut, melainkan menjelaskan bentuk dari rumah tersebut.
Tidak hanya itu, dampak yang saya alami setelah membaca tulisan unik Franz ini membuat saya semakin giat untuk mencari ilmu pengetahuan. Meskipun tulisannya terkesan sulit untuk dipahami dan tidak lengkap, namun dari ketidakpahaman inilah yang terkadang membuat saya mencari tahu informasi yang lain seperti: proses pengadilan, asas yang digunakan ketika peradilan dan lain-lain.
Untuk mengenal lebih jauh korelasi antara peristiwa yang dituliskan Franz, ternyata novel The Trial ini ditulis pada tahun 1922-an yang dimana pada saat itu aturan diperadilan masih belum berkembang maju seperti sekarang. Hal ini membuat saya begitu merinding, apakah pada dahulu seseorang dapat ditangkap tanpa alasan ada alasan.
Sebenarnya cerita apa dibalik peradilan Ceko pada saat novel ini ditulis?
Saya tahu pada saat itu Ceko masih bersatu dengan Slovakia dan bernama Cekoslowakia. Negara tersebut baru merdeka pada tahun 1918 yang dimana hukum yang mengatur sistem peradilan masih menggunakan sistem satu atap yang dikuasai oleh hakim. Oleh karena itu, kegagalannya pada sistem tersebut karena ada penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh hakim karena menguasai dalam peradilan.
Dengan demikian, dari cara Franz saat menuliskan novel ini secara tersirat membuat saya semakin penasaran sejarah dari Ceko. Maksud dari ia menyajikan cerita dengan alasan yang tidak jelas ternyata secara tidak langsung membuat pembaca semakin tertarik untuk menggali lebih dalam kebenarannya. Hematnya, mendorong pembaca untuk mencari tahu sendiri tanpa penulis yang menuliskan.
Tujuan dari Franz menulis tidak lain dan tidak bukan untuk memberikan informasi kepada pembaca. Entah informasi itu untuk kegiatan apapun, Franz tidak mempermasalahkan dan tentunya ia hanya ingin pembaca tahu informasi seperti pengadilan yang dituliskan dalam novel The Trial ini.
Komentar
Posting Komentar