RESENSI HAJI MURAD

Judul              : Haji Murad
Penulis           : Leo Tolstoy
Penerbit         : Pustaka Jaya
Tahun Terbit   : 2009
Tebal buku     : 191

Noveli ini ditulis oleh seorang novelis terbesar pada masanya yaitu Lev Nikolayevich Tolstoy. Beliau sering disapa Leo Tolstoy. Selain dikenal sebagai Penulis, Leo juga merupakan seorang filsuf dan pendiri aliran agama dan moral yang disebut Tolstoyisme. Leo mempunyai karya terakhir yang cukup terkenal yaitu novel Haji Murad. 

Leo Tolstoy menuliskan novel Haji Murad ini dari tahun 1896 sampai tahun 1904. Ia berusaha menulis seoriginal mungkin sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya, dengan memakai surat asli dan wawancara yang dilakukannya dengan narasumber, berusaha menuturkan kisah Haji Murad, pejuang muslim Chechnya ini agar tidak melenceng dari kenyataan sebenarnya. Tentu saja, karena ia sendiri bukan saksi mata dari tokoh yang dituliskannya ini, sisanya ia tuliskan dengan polesan imajinasi dan kecerdasannya.

Novel yang ditulis oleh Leo menceritakan tentang Haji Murad. Dia adalah sosok dari seorang ulama, nasionalis dan pejuang Chechnya yang rela berkorban demi perdamaian negerinya. Sebelum terjadi pertikaian intern di tubuh para pejuang Chechnya, Haji Murad adalah orang kepercayaan Shamil dan mempunyai pengaruh yang sangat luas dan kuat baik terhadap kawan maupun musuh-musuhnya. Tetapi karena ada pertikaian yang dipicu oleh dendam lama yang sudah mengakar dan tidak bisa ditolelir lagi, maka Haji Murad dan Shamil mendaulatkan diri untuk beroposisi antara satu dengan lainnya.

Akibat perpecahan ini membuat Haji Murad membelot dan menyerahkan diri kepada Tsar Agung Rusia. Haji Murad berjanji akan membantu tentara Rusia memadamkan pemberontakan di Chechnya asalkan pihak Rusia bisa menyelamatkan keluarga dari cengkraman Shamil. Awalnya kesepakatan dan komunikasi yang baik antar Haji Murad dan pihak Rusia berjalan sangat positif. Tetapi lambat laun Haji Murad menjadi pesimis, karena pihak Rusia sengaja mengulur-ulur waktu dan bersikap setengah hati terhadap keselamatan keluarganya. Karena nasib keluarganya yang semakin tidak jelas membuat Haji Murad beralih pikiran lagi. 

Ia dan keempat anak buah setianya kemudian bergerak sendiri tanpa izin pihak Rusia. Sedangkan pihak Rusia yang melihat aktifitas Haji Murad yang sudah di luar komandonya menganggap hal itu sebuah pembelotan.
Pada sebuah penggerebegan, Haji Murad sempat tertangkap. Namun, dia berhasil lolos dengan menghajar seorang tentara Rusia serta kabur dengan cara  melompati tebing. Akibat aksinya ini Haji Murad terluka parah, sedangkan tentara Rusia tewas seketika. Dia kemudian tinggal untuk bersembunyi di sebuah desa di dekatnya. Lalu, ia memutuskan untuk bergabung dengan pejuang Imam Shamil.

Kemudian dalam persembunyiannya itu, Murad kemudian mengirim surat kepada Shamil untuk meminta bergabung dengannya. Shamil dengan senang hati menerima dia, apalagi Shamil pun sebenarnya telah meminta bantuannya, tapi masih ditolak oleh Murad. Akibat bergabungnya Murad, maka perlawanan terhadap Kekaisaran Rusia semakin gencar. Haji Murad memperbarui banyak taktik militer sehingga membuat perlawanan kepada Kekasairan Rusia semakin efektif. Contoh taktik ini adalah membalikan sepatu kuda sehingga siapa pun yang membuntutinya akan salah arah. Akibat bergabungnya Murad maka perjuangan bersenjata yang dipimpin Imam Shamil, banyak menghadirkan malapeta bagi Kekaisaran Rusia. Para tentara Rusia banyak yang menjadi ketakutan.

Namun sayang, persekutuan Murad dan Shamil kemudian pecah. Bahkan kemudian Shamil malam berbalik melawan Haji Murad. Shamil rupanya cemburu atas kepopuleran Haji Murad. Adanya perpecahan ini, Rusia kemudian memanfaatkannya. Dalam sebuah penyerbuan, dengan pasukan yang tidak sebanding, Haji Murad tertangkap. Dia kemudian dihukum penggal, kepalanya kemudian dikirimkan ke Tbilisi. Sebelumnya dibalsem dulu, baru kemudian dipersembahkan kepada Kaisar Rusia sebagai bukti kematiannya. Untuk mengenang perjuangannya sebuah monumen kini didirikan di Kota Shaki-Zaqatal, Rusia.

Leo menuliskan cerita itu sangat luar biasa. Seakan akan pembaca bisa menggambarkan dan merasakan apa yang dia alami pejuang Muslim Chechnya tersebut. Aksi heroik Sang tokoh mempunyai ajaran yang patut untuk dicontoh. Selain taat beragama tokoh protagonis yang dipapar oleh Leo sangat ganas terhadap musuh dan setia terhadap kawan. Hal itu yang patut dicontoh oleh kaum muda saat ini, pada era modern ini banyak kaum muda mudi yang berpacaran namun saling tikung menikung pacar teman, kejadian itu yang membuat perpecahan antar teman dan sangat tidak dianjurkan. 

Meskipun cerita yang dituliskan Leo sangat luar biasa namun kesan pertama saya ketika membaca buku tersebut "cukup sulit" karena banyak tulisan percakapan yang berbelit-belit sehingga sang pembaca kebingungan ketika menbaca dengan cepat. Percakapan - percakapan tersebut harus dibaca dengan seksama dikarenakan berkaitan antara satu dengan yang lain. Novel itu juga ditulis dengan menggunakan bahasa ilmiah sehingga kaum awam kesulitan ketika membaca buku itu.

Bagi para mahasiswa sangat disarakan untuk membaca buku ini. Selain menarik, buku ini memaparkan solusi bagaimana menghadapi masalah-masalah yang terjadi di kampus. Seperti bagaimana berhadapan dengan lawan politik kampus dan tetap teguh dengan pendirian agar tidak terdokrin dengan paham-paham yang disebarkan dikampus. Banyak sekali yang dapat diambil dan dijadikan refrensi didalam buku ini oleh karena itu saya sangat menyarankan untuk membaca buku ini terlebih pada kaum mahasiswa. Dan selamat membaca.....





Komentar

Postingan populer dari blog ini

RESENSI NOVEL DRAMA MANGIR

Bentuk Kasih Sayang Seorang Nh. Dini

Misteri Kinerja Kemensos