Resensi Dikaki Bukit Cibalak

Judul Novel     : Di Kaki Bukit Cibalak
Penulis            : Ahmad Tohari
Penerbit          : PT Gramedia Pustaka.                               Utama
Tahun Terbit    : 2005
Tebal Buku      : 176 Halaman
 
Novel ini dikarang oleh sastrawan Indonesia yang memiliki karya yang terkenal sampai manca negara. Ia adalah Ahmad Tohari. Ia adalah sastrawan dan budayawan Indonesia. Tulisan karangan dari Ahmad Tohari biasanya sering menyinggung tentang kebudayaan masyarakat. Itulah mengapa ia tidak hanya dikenal sebagai sastrawan saja, melainkan ada yang menjulukinya sebagai budayawan.

Novel ini menceritakan mengenai kecurangan politik di sebuah desa Tangir. Berawal dari penggambaran Kaki Bukit Cibalak, dimana tempat tersebut dulunya sangat alami, dan syarat akan suasana pedesaan kemudian berubah menjadi suasana yang kacau, bising kendaraan bermotor dan traktor-traktor pembajak sawah, dan sebagainya.
Setelah itu terjadi penyimpangan-penyimpangan dalam bidang politik, ketika salah satu calon lurah menggunakan cara kotor agar dapat memenangkan dirinya menjadi seorang lurah di daerahnya. 

Dari situlah sosok Pambudi muncul sebagai tokoh yang sangat menentang adanya tindakan kotor tersebut.
Pambudi yang terpojokkan karena adanya penyimpangan-penyimpangan tersebut di atas, merasakan keresahan di desa yang sekecil Tanggir, di tengah infrastruktur yang seminim di Tanggir, dihadapkan pada pilihan yang sesedikit di Tangir. Tak pelak lagi, kota menjadi tanah terjanji bagi Pambudi si anak desa. 

Pertama kali Pambudi menunjukkan keberhasilannya di kota melalui kecakapannya. Dia merangkul sebuah harian lokal untuk mencari dana pengobatan tetangganya yang mengidap kanker. Semenjak itulah Pambudi sangat disegani dan dihormati karena kebaikan luhur budinya.

Kejadian tersebut membuat Pak Dirga  lurah Desa Tanggir merasa terusik dan berusaha untuk menjatuhkan nama seorang Pambudi. Ia menebarkan berita kalau Pambudi menyelewengkan dana koperasi. Akan tetapi, Pambudi tetap tenang dalam mengatasi persoalan tersebut. Ia lebih memilih mengikuti anjuran orang tuanya untuk pergi ke kota atau kemanapun, yang penting jauh dari Desa Tanggir. 

Apapun yang ia lakukan disana terserah, yang penting ia lekas pergi dari desanya yang banyak menyimpan kepahitan. Dan dia pun berhasil hidup tenang di Yogya. Setelah lama berada di Yogya ia memutuskan untuk kuliah atas anjuran temannya. Selain kuliah, ia juga bekerja pada Harian Kalawarta yang pernah menerimanya. Ia hidup dengan tenang di Yogya sampai akhirnya memperoleh gelar sarjana. Akan tetapi, bersamaan dengan itu, ayahnya telah meninggal dunia terlebih dahulu sebelum ia sempat pulang kembali ke Tanggir.

Sejak saat itulah ia kembali bertemu dengan Mulyani, anak gadis mantan majikannya dan adik kelasnya di kampus. Pertemuan itu kemudian berlanjut menjadi kisah cinta antara mereka berdua. Pambudi hendak meminangnya sebagai istrinya.

Novel ini menarik untuk dibaca untuk masyarakat. Bahasa yang digunakan Tidak menggunakan kata ilmiah sehingga mudah dipahami bagi para pembaca. Alur yang tidak berbelit-belit yang membuat cerita semakin asik untuk dibaca.

Sebagai budayawan, Ahmad Tohari sebagai penulis menyindir kebiasaan buruk yang dilakukan oleh penguasa saat ini di Indonesia melalui tulisannya. Dengan menggunakan latar belakang desa yang termakan arus globalisasi menunjukan semakin takutnya hilang budaya asli digantikan dengan budaya asing. Dari hal itu Ahmad Tohari ingin pembaca untuk mengikuti alur pikiran Ahmad Tohari. Mengentalkan budaya asli agar tidak termakan arus zaman.

Selain itu, novel ini dibumbui dengan kisah romantis yang membuat pembaca merasakan adegan suka dan duka yang mendalam dalam kisah cinta si Pambudi. Dan aksi kemanusian yang bikin hati tersentuh ketika membaca novel tersebut. Mengorbankan kebutuhannya untuk membantu orang yang lebih membutuhkan.

Meskipun novel ini mempunyai kisah yang cukup baik, namun masih ada hal yang cukup menjanggal. Buku ini mengajarkan kepada masyarakat untuk tidak mempercayai para pejabat melalui kisah seorang pemuda yang melawan pejabat yang curang. Serta konflik yang masih bersifat dasar membuat biasanya konflik itu apabila pembaca hanya membaca sekilas. Selamat membaca.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

RESENSI NOVEL DRAMA MANGIR

Bentuk Kasih Sayang Seorang Nh. Dini

Misteri Kinerja Kemensos